Tentang Saya

Foto Saya
Status dosen tetap di jurusan Analis Kesehatan Poltekkes kemenkes Banjarmasin, melalui blog ini saya ingin berbagi pada teman-teman yang menyukai perkembangan bidang kesehatan, terutama tentang manajemen kesehatan dan Laboratorium Kesehatan. Blog ini menyajikan berbagai materi perkuliahan, artikel, hasil penelitian bidang laboratorium kesehatan. Selain itu saya juga dosen pada PSKM Unlam, Akademi Kebidanan dan Akademi Keperawatan di Banjarmasin, Banjarbaru & Martapura. Buku yang telah telah diterbitkan oleh EGC Penerbit Buku-Buku Kedokteran Jakarta tahun 2009 berjudul Parasitologi Untuk Keperawatan. Buku lainnya yang telah disusun dan belum diterbitkan diantaranya buku Helmintologi Medik dan Protozoologi Medik untuk Analis Kesehatan.

Senin, 27 September 2010

Mastigofora (Trichomonas)

Menurut tempat hidupnya genus Trichomonas pada manusia ada 3 spesies, yaitu Trichomonas hominis pada usus, Trichomonas tenax  pada rongga mulut, dan Trichomonas vaginalis terdapat pada saluran urogenital. Di antara ketiga spesies ini hanya Trichomonas vaginalis saja yang menimbulkan sakit pada manusia, sedangkan dua spesies lainnya apatogen. Genus Trichomonas hanya memiliki bentuk tropozoit dan tidak memiliki bentuk kista. Meskipun antar Trichomonas mempunyai perbedaan-perbedaan dalam ukuran, ciri-ciri inti dan flagel, namun pemeriksaan laboratorium sulit memastikan diagnostik spesises atas dasar morfologi, sehingga penting diperhatikan tempat pengambilan spesimen sebagai tempat hidup parasit untuk mempermudah menentukan spesies Trichomonas


Trichomonas vaginalis
Parasit ini terdapat pada genital wanita dan pria, terutama ditemukan pada saluran kencing kedua jenis kelamin tersebut. Wanita frekuensi lebih banyak dijumpai daripada pria, dan penyakit ini bersifat kosmopolit. Morfologi hanya memiliki bentuk tropozoit
 
Morfologi 
Morfologi berukuran antara 15 - 20 x 10 mikron, tidak berwarna dan bentuknya cuboid. Sitoplasmanya bergranula dimana granula  tersebut  pada umumnya terletak di sekitar custa dan axostyle (ax;axostyle). Membran bergelombang (um;undulating membrane) berakhir pada pertengahan  tubuh, jadi tidak mempunyai flagela bebas (Fg). Sitostoma tidak nyata (cy;sytostoma), nukleus (nu). Makanannya adalah kuman-kuman, sel-sel vagina, hanya dapat hidup pada pH  diatas 5,5 - 7,5

Siklus hidup 
Pada wanita tempat hidup parasit ini di vagina dan pada pria di uterus dan prostat. Parasit ini hidup di makosa vagina dengan makan bakteri dan leukosit. Trichomonas vaginalis bergerak dengan cepat berputar-putar di antara sel-sel epitel dan leukosit dengan menggerakkan flagel antesias dan membran bergelombang. Trichomonas berkembang biak secara belah pasang longitudinal.
Di luar habitatnya, parasit mati pada suhu 500C, tetapi dapat hidup selama 5 hari pada suhu 00C. Dalam biakan, parasit ini mati pada pH kurang dari 4,9, inilah sebabnya parasir tidak dapat hidup di sekitar vagina yang asam (pH 3,8 – 4,4). Parasit ini tidak tahan pula terhadap desinfektans dan antibiotik.
Infeksi terjadi secara langsung waktu bersetubuh melalui bentuk trofozoit pada keadaan lingkungan sanitasi kurang biak dengan banyak orang hidup bersama dalam satu rumah. Infeksi secara tidak langsung melalui alat mandi seperti : lap mandi atau alat sanitasi seperti toilet seat, pernah di laporkan.
Keterangan gambar ; Trichomonas vaginalis terletak di bawah saluran kelamin wanita dan di uretra dan prostate pria (1), mereflikasi dengan cara binary fission (2)Parasit ini tidak memiliki bentuk kista dan tidak dapat bertahan dilingkungan luar.  Trichomonas vaginalis ditularkan antar manusia, dengan penularan utama melalui hubungan sex (3).


Patologi dan Gejala Klinis 
Trichomonas vaginalis yang di tularkan pada jumlah cukup ke dalam vagina dapat berkembang biak, bila flora bakteri, pH dan keadaan fisiologi vagina sesuai. Setelah berkembang biak cukup banyak, parasit menyebabkan degenerasi dan deskuamasi sel epitel vagina. Keadaan ini disusul oleh serangan leukosi, dan disekitar vagina tedapat banyak leukosit dan parasit bercampur dengan sel-el epitel. Sekret vagina mengalir keluar vagina dan menimbulkan gejala flour albus atau keputihan. Setelah lewat stadium akut, gejala berkurang dan dapat reda sendiri.
Pada pemeriksaan in speculo, tampak kelaian berupa vaginitis, dinding vagina dan porsio tampak merah meradang dan pada infeksi berat tampak pula pendarahan-pendarahan kecil. Flour tampak berkumpul di belakang porsio, encer atau sedikit kental pada infeksi campur, berwarna putih kekuning-kuningan atau putih kelabu dan berbusa.banyak flour yang di bentuk tergantung dari beratnya infeksi dan stadium penyakit.
Selain gejala flour albus yang merupakan keluhan utama penderita, pruritus vagina atau vulva dan disuria (rasa pedih waktu kencing) merupakan keluhan tambahan. Infeksi dapat menjalar dan menyebabkan uretritis. Kadang-kadang infeksi terjadi tanpa gejala. Pada pria, infeksi biasanya terjadi tanpa gejala, atau dapat pula menyebabkan uretritis, prostatitis dan prostatovisikulitis.


Diagnosa
Diagnosis berdasarkan keluhan keputihan atau flour albus, rasa panas dan gatal pada vulva/vagina dan keluarnya sekret encer, berbusa berbau tidak sedap dan berwarna kekuning-kuningan, serta adanya rasa bekas garukan karena gatal dan heperemia pada vagina. Diagnosis laboratorium di buat dengan menemukan parasit Trichomonas vaginalis pada bahan sekret vagina, sekret uretra, sekret prostat dan urine. Dengan cara pembuatan preparatnya sbb : 1) Pada wanita, diambil sekret dari vagina (diambil  pada bagian yang putih). 2) Pada  laki-laki  dengan cara memasukan  jari  peranum, kemudian  prostat dipijat sampai keluar sekret 1  -  2 tetes
Untuk kontrol pasca pengobatan, pemeriksaan langsung dengan menggunakan mikroskop perlu di tunjang dengan melakukan pembiakan sekret vagina atau bahan lain dalam medium yang cocok. Test serologis sukar dilakukan
Pengobatan
Dasar pengobatan ialah memperbaiki keadaan vagina dengan membersihkan mukosa vagina dan menggunakan obat-obat per os dan lokal. Pada saat ini metronidazol merupakan obat yang efektif untuk pengobatan trikomoniasis, baik untuk pria maupun untuk wanita.dosis per os 2 x 250 mg sehari selama 5-7 hari untuk suami atau istri. Dosis lokal untuk wanita adalah 500 mg metrodizal dalam bentuk tablet vagina sehari selama 5–7 hari.


Epidemiologi dan Pencegahan
Trikomoniasis vagina ditemukan di mana-mana. Penelitian menunjukkan bahwa parasit ini di temukan pada semua bangsa/ras dan pada semua musim, sukar untuk menentukan frekuensi penyakit ini di suatu daerah atau negeri, karena kebanyakan penelitian dilakukan pada golongan tertentu saja seperti golongan wanita hamil (18 – 25 % di AS) dan dari klinik ginekologi (30 – 40 % di eropa timur). Di Indonesia berdasar hasil penelitian di RSCM Jakarta terdapat 16% kasus dari klinik kebidanan dan 25 % wanita dari klinik ginekologi (sample sebanyak 1146 orang). Cara pemeriksaan yang berbeda dapat pula memberikan hasil yang berlainan, pada pria umumnya angka-angka yang ditemukan lebih kecil, mungkin sekali oleh karena parasit lebih sukar di temukan dan oleh karena infeksi seringy berlangsung pada gejala pada wanita parasit lebih sering di temkan pada kelompok usia 20 – 49 tahun, berkurang pada usia muda dan usia lanjut dan jarang pada anak gadis.
Untuk pencegahan, karena kelaian, kasus-kasus tanpa gejala pada pria perlu mendapat pengobatan yang tuntas. Demikian pula suami dari wanita yang menderita trichomoniasis perlu di beri pengobatan yang sama seperti istrinya sampai parasit tiak di temukan lagi pada pembiakan kontrol.


Trichomonas tenax 
Merupakan Trichomonas yang kecil,dengan ukuran antara 5-10 µ x 4-6 µ. Bentuknya  mirip dengan Trichomonas yang  lain,perbedaannya adalah sebagai berikut: ukurannya lebih kecil, axonema lebih panjang dan kecil, Parabasa apparatus (blepharoplas) lebih anterior/kede­pan, dari blepharoplas keluar 4 buah flagella ; membran bergelombang 2/3 panjang tubuh, flagella bebas tidak ada.
Mempunyai  habitat  pada  rongga mulut  (pada  ginggiva  dan tonsil), biasanya bersamaan dengan infeksi-infeksi lain. Diagnosa laboratorium dengan membuat preparat dari nanah/kotoran.



Trichomonas hominis
Morfologi berukuran antara 8 - 12 mikron x 5 - 7 mikron dan rata-rata 15 mikron. Sitoplasma berbintik-bintik halus dan banyak vakuole  maka­nan. Nukleus berbentuk cuboid dengan kariosome yang terletak sentral (semua  Trichomonas), membran  inti  terdiri  dari granuler kromatin yang halus. Terdapat 3 - 5 flagela dibagian anterior, flagella yang membatasi membran yang bergelombang  berakhir pada ujung posterior dan keluar sebagai flagella yang bebas atau Free Flagellum. Membran bergelombang sepanjang tubuhnya, Axonema menonjol keluar dari ekor. Mempunyai habitat pada usus besar, terutama pada caecum. Pergerakkannya lebih cepat (bergerak dengan cepat). Penularannya melalui mulut terutama pada orang-orang dengan higine yang rendah
Diagnosa : ditemukan parasit Trichomonas hominis dalam faeces

Tidak ada komentar: